Ternate, Maluku Utara – Hakim Lingkungan dan Pemerhati Lingkungan, Asma Fandun, SH., MH., yang saat ini menjabat Wakil Ketua PN Soasio Kota Tidore, mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam terkait kondisi lingkungan di Kota Ternate yang semakin memprihatinkan. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Asma Fandun menyoroti permasalahan sampah yang mencemari laut hingga mengganggu aktivitas transportasi laut, seperti speed boat yang sering terhambat oleh sampah plastik dan limbah rumah tangga.
“Aspek lingkungan ini seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan pembangunan. Kita tidak bisa menutup mata pada kenyataan bahwa banyak sampah rumah tangga, terutama sampah plastik, yang setiap kali hujan turun terbawa ke laut. Ini bukan hanya merusak ekosistem laut tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada laut,” tegas Asma.
Lebih lanjut, Asma Fandun menyerukan kepada Pemerintah Kota Ternate untuk segera mengambil langkah-langkah nyata dan tegas dalam menangani permasalahan sampah ini. “Kami butuh tindakan konkret dari pemerintah, tidak cukup hanya dengan program sosialisasi. Perlu ada regulasi yang mengikat serta penegakan hukum yang kuat. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menuntut tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.
Kritik ini juga datang dari masyarakat yang mulai resah dengan dampak sampah yang terus menumpuk dan mengganggu kehidupan sehari-hari. “Kami sangat terganggu dengan sampah-sampah ini. Kalau tidak ada tindakan, sampai kapan kita akan terus begini?” keluh seorang warga.
Pemerintah diharapkan dapat mengimplementasikan aturan lebih tegas, termasuk sanksi bagi yang melanggar, untuk mencegah pencemaran yang lebih parah. Dengan kepedulian dari pihak berwenang dan partisipasi masyarakat, Asma Fandun berharap bahwa upaya ini dapat menyelamatkan Kota Ternate dari krisis lingkungan yang mengancam kualitas hidup warganya.
Penulis : Jun/red










