oleh

Tauhid Soleman Guncang Koalisi NasDem,  Dukung Husain Alting, Abaikan Benny Laos-Sarbin Sehe

Maluku Utara  Ternate  – Keputusan politik kontroversial muncul dari Ketua DPD NasDem Kota Ternate, Dr. M. Tauhid Soleman, yang secara terbuka menyatakan dukungannya kepada pasangan calon gubernur Husain Alting dan Asrul Rasid Ichsan. Langkah ini menciptakan gelombang kejutan di tengah para pendukung partainya, karena secara tidak langsung meninggalkan pasangan Benny Laos-Sarbin Sehe yang telah diusung oleh partai koalisi.

Simbol dukungan Tauhid yang semakin terang benderang terlihat dari pemasangan baliho raksasa di Lapangan Salero. Baliho tersebut tak hanya menjadi sebuah media kampanye, tetapi dianggap sebagai pernyataan keras terhadap ketidakpuasan Tauhid dengan keputusan koalisi partainya. Hubungan erat yang terjalin antara Tauhid dan Husain Alting, yang kerap bertemu dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, memperkuat dugaan bahwa dukungan ini bukanlah keputusan spontan.

Yang lebih mengejutkan, absennya Tauhid dalam beberapa pertemuan strategis yang dipimpin oleh Jakfar Sidik, salah satu tokoh penting NasDem, memicu spekulasi bahwa Ketua DPD NasDem ini lebih mengedepankan agenda pribadinya dibandingkan mengikuti arahan resmi partai. Hal ini membuat berbagai kalangan bertanya-tanya, apakah Tauhid masih setia pada garis kebijakan DPP NasDem yang telah menetapkan Benny Laos-Sarbin Sehe sebagai calon yang diusung?

Keputusan Tauhid ini tentunya membawa dampak besar bagi NasDem, terutama di tingkat lokal. Sejumlah loyalis mulai mempertanyakan konsistensi dan kepemimpinannya. Langkahnya yang mendukung pasangan Husain Alting-Asrul Rasid dianggap bisa melemahkan peluang partai di Pilkada mendatang.

Baca Juga  OKU-Sumsel: Virus "African Swine Fever" Serang Puluhan Babi Hutan

Lebih jauh lagi, tindakan Tauhid ini memicu kegaduhan di kalangan pengamat politik yang menilai adanya perpecahan serius di tubuh NasDem Ternate. Beberapa pihak bahkan menyerukan adanya evaluasi internal guna meredam gejolak dan menjaga soliditas partai menjelang Pilkada. Tanpa langkah penanganan yang tepat, konflik ini bisa menjadi contoh buruk bagi partai-partai lain dalam koalisi, dan menambah ketidakstabilan di tengah ketatnya persaingan politik.

Kini, publik menantikan apakah Tauhid Soleman akan tetap teguh pada pendiriannya atau akan kembali ke barisan partai dan mendukung keputusan DPP. Perkembangan selanjutnya dari dinamika politik ini jelas akan menjadi sorotan utama menjelang Pilkada.

Baca Juga  BNPT Minta Semua Mewaspadai Virus Radikalisme di Masa Pandemi

Dukungan yang tak terduga dari Tauhid ini menjadi sebuah babak baru dalam peta politik Kota Ternate. NasDem dihadapkan pada tantangan berat untuk menjaga soliditasnya, dan langkah strategis kini menjadi kebutuhan mendesak bagi partai yang tengah menghadapi ancaman perpecahan di internalnya.

Akankah Tauhid tetap bertahan dengan pilihannya, atau NasDem berhasil memperbaiki keretakan di dalam tubuhnya sebelum terlambat? Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari saga politik ini. (Jn)

News Feed