oleh

UPDATE: 109 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa di Halmahera Selatan

HALSEL- Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara mencatat sedikitnya 109 rumah warga di dua Kecamatan yang mengalami kerusakan akibat gempa pada Jumat, (26/2/2021) kemarin.

Informasi yang dihimpun indotimur.com grup siberindo.co menyebutkan, data kerusakan sementara yang didata BPBD tersebar pada sejumlah Desa di Kecamatan Bacan dan Kecamatan Bacan Selatan.

Di Kecamatan Bacan, terdapat 7 desa yang mengalami kerusakan akibat gempa, diantaranya Desa Marabose, Desa Labuha, Desa Amasing Kota, Desa Amasing Kota Utara, Desa Amasing Kota Barat, Desa Indomut serta Desa Belang-Belang.

Sementara di Kecamatan Bacan Sekatan, terdapat 4 desa yang terdata mengalami kerusakan yakni, Desa Mandaong, Desa Tembal, Desa Kupal dan Desa Tuokona.

Kepala BPBD Halmahera Selatan, Abukarim Latara saat dikonfirmasi wartawan mengaku, saat ini pihaknya baru mendata kurang lebih 109 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempabumi tadi malam.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Merencanakan Peluncuran Sail Tidore Pada 9 April 2021

“Data sementara yang kami data rumah rusak 109 unit di dua kecamatan, namun ini belum secara keseluruhan,” kata Abukarim.

Ia mengaku, BPBD hingga saat ini, terus melakukan pendataan terhadap dampak gempabumi untuk dijadikan laporan ke BPBD Provinsi Maluku Utara.

“Kemungkinan sore sudah ada semua data, sekarang, petugas masih di lokasi melakukan pendataan,” terangnya.

Abukarim memgaku, belum dapat merinci kerusakan per Kecamatan dan per Desa sebab hingga saat ini, personil BPBD masih berada di lapamgan untuk mengidentivikasi kerusakan akibat gempabumi.

Selain BPBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan juga sedang melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut.

Baca Juga  Gendre Provinsi Maluku Utara Ikut Kecam WO Aisha Weddings

Salah satu staf Dinas Kesehatan Halsel, Asdiyana Saib mengatakan, pihaknya bergerak turun di lapangan pasca gempa, untuk memastikan data dan melakukan pelayan kesehatan terhadap warga terdampak gempa.

Kata dia, tim kesehatan Dinkes Halsel langsung menyambangi kawasan-kawasan terdampak gempa termasuk mendatangi lokasi-lokasi pengungsian dan tenda-tenta darurat.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Dinkes Halsel, di lokasi pengungsian Mesjid Raya Desa Hidayat, petugas kesehatan menemukan dua warga Desa Mandaong yakni Adi Sentosa (25) dan Jefri Simanjuntak (26) mengalami luka ringan di bagian kepala dan kaki akibat tertimpa material rumah saat gempa.

Sementara di lokasi pengungsian Mapolres, petugas medis juga menemukan satu warga Labuha atas nama Hatijah Udin (17), mengalami luka ringan di bagian kaki.

Baca Juga  UPDATE: 447 Rumah Warga di Kabupaten Halmahera Selatan Rusak

Di Desa Marabose, juga tercatat dua warga yakni Surianti (50) bersama seorang cucunya berusia 13 tahun mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan.

“Di Desa Marabose kami dapat laporan dari teman-teman wartawan bahwa ada korban, sehingga kami langsung jemput mereka di rumah,” ujar Asdiyana.

“Seluruh korban luka ringan yang dijumpai di lokasi pengungsian maupun di rumah, langsung dievakuasi ke RSUD Labuha untuk mendapat perawatan lebih instentif. Tadi kami dapat lima orang korban. Semua luka ringan,” pungkas Asdiyana.

Selain rumah warga, gedung ppemerintahan berupa kantor DPRD dan Rumah Sakit Umum (RSU) Labuha juga mengalami rusak akibat gempa. (iel)

SUMBER: indotimur.com

Komentar

News Feed