Ternate – Mengakhiri masa reses, Anggota Komite III, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Hj Suriati Armaiyn, kembali menyaring aspirasi masyarakat di daerah (Asmasda).
Dalam kesempatan tersebut, pelaksanaan Asmasda di bulan ke tiga tahun 2021, Hj Suriati Armaiyn pusatkan di gedung Dzikir Nurul Hikmah Ternate, pada Rabu (10/3), dengan melibatkan pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara.
Dalam kesempatan Asmasda itu, Kepala Bidang P2M BNNP Malut, Haeruddin Umaternate, banyak menitikberatkan soal antisipasi peredaran narkoba, berikut pencegahan serta rehabilitasi oleh BNNP.
Kesempatan ini, saya menerima banyak masukan dan data dari BNNP Malut soal pencegahan dan penanganan peredaran Narkoba. Ada beberapa hal yang yang jadi pertimbangan saya untuk diajukan ke pusat khususnya ke DPD RI, untuk bagaimana membuat kebijakan khususnya ke daerah agar mendukung program BNNP supaya bekerja maksimal soal pemberantasan Narkoba di Malut, jelas Suriati Armaiyn.
Selain menyaring aspirasi dari BNNP, Hj Suriati Armaiyn juga melaksanakan Asmasda, bersama Ketua PGRI Provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate, serta sejumlah Kepala Sekolah tingkat SD, SMP dan SMA dan perwakilan Ketua Komite, yang berlangsung pada, Jumat (12/3) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, masukan soal penerbitan SKB 3 tentang penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik serta tenaga pendidik, banyak disuarakan.
Untuk di Kota Ternate dan beberapa daerah, memang mayoritas dimana peserta didik dan tenaga pendidik, sudah menjadi kewajiban setiap hari dengan menggunakan pakaian yang disesuaikan dengan kearifan lokal.
Prinsipnya mereka menerima soal SKB 3, dimana pihak sekolah yang memutuskan pilihan seragam dan atribut. Meski demikian, usulan dari para guru agar jangan sampai ada beberapa siswa yang minoritas, kemudian mendapat diskriminasi.
Aspirasi ini kita terima dan akan jadikan bahan untuk dibawa ke pusat, kata Suriati Armaiyn menutup. (*/cr2)
Sumber: malutpost.id











Komentar