oleh

DIDUGA AROGAN! CAMAT WEDA UTARA & DUA KADES “KEJAM” TUTUP WISATA GOA BOKI MARURU, PENGUSAHA LAPAK MENJERIT!

HALTENG, Siberindo.co – Keputusan sepihak yang diambil oleh Camat Weda Utara, Takdir Can, bersama Kepala Desa Kiya, Taslim Aambar, serta Kepala Desa Sagea, Arif Taib, menuai kecaman keras! Para pengelola wisata dan ibu-ibu pengusaha lapak di Goa Boki Maruru menuding kebijakan ini sebagai langkah zalim yang menghancurkan mata pencaharian mereka. Kamis (20/02/25)

Ketua Pengelola Destinasi Wisata Goa Boki Maruru, Rusman Dj Sehe alias Ipul, dengan lantang mengecam kebijakan tersebut dalam pertemuan darurat yang digelar pada Kamis, 20 Februari 2025. Ia menyebut bahwa sejak Surat Edaran Nomor 140/01/SD-Dk/II/2025 diterbitkan pada 13 Februari, hingga hari ini (8 hari berlalu), tak ada solusi dari pihak kecamatan maupun pemerintah desa.

Pertemuan Warga Para pengelola wisata dan ibu-ibu pengusaha lapak di Goa Boki Maruru.

“Kami sudah berkoordinasi berulang kali dengan para kepala desa. Saya bahkan menghubungi mereka via telepon jam 01:14 dini hari, memohon agar penghentian pengunjung segera dicabut! Namun, yang kami dapat hanya alasan dan tarik-ulur tanpa kejelasan!” tegas Ipul dengan nada kecewa.

IBU-IBU USAHAWAN MERINTIH, REZEKI DIAMBIL PAKSA!

Tak hanya pengelola wisata, ibu-ibu pengusaha lapak yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan wisata Goa Boki Maruru juga menjerit. Menurut mereka, penutupan sepihak ini telah menghancurkan sumber pendapatan mereka, terutama menjelang bulan Ramadan.

Baca Juga  Deklarasi Pers 2026: Negara Harus Hadir Jaga Media dan Demokrasi

“Kami cari makan di sini! Sekarang, tanpa ada pemberitahuan jelas, pengunjung dilarang masuk. Bagaimana kami bisa bertahan? Apa mereka mau kasih makan anak-anak kami?” seru salah satu pedagang dengan nada geram.

Lebih miris lagi, sikap Ketua BPD Desa Kiya, Wahyudin Muklis, serta Ketua BPD Desa Sagea, Husni Kadir, yang justru terkesan mendukung kebijakan camat dan dua kepala desa ini, semakin menyulut kemarahan masyarakat.

Para pengelola wisata dan pedagang menyatakan bahwa jika hingga 25 Februari tak ada penyelesaian, maka mereka akan membuka kembali wisata Goa Boki Maruru secara sepihak!

Baca Juga  Nurjaya Pengusaha Muda Perempuan dan Anggota DPRD Ternate Peduli, Sumbang Fasilitas Ibadah di Polsek Selatan 

“Kalau sampai tanggal 25 masih ada pemalangan, kami anggap masalah ini selesai dan akan kembali beraktivitas seperti biasa! Cukup sudah, jangan rugikan kami lebih lama!” tegas Ipul.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Camat Weda Utara dan kedua kepala desa terkait desakan masyarakat yang semakin memanas. Jika dibiarkan, bukan tak mungkin polemik ini akan berujung pada aksi massa yang lebih besar!

Jurnalis: IH

News Feed