oleh

Adakan Lomba Selancar, 17 Desa di Pulau Morotai Ikut Meriahkan

DARUBA – Pembukaan Ivent Toguruga Surf Competition yang di laksanakan di Jobubu Desa Bido Kecamatan Morotai Utara, Senin (15/3/2021) berlangsung meriah.

Kegiatan awalnya diisi dengan tarian cakalele dan tarian tide-tide oleh anak-anak yang tergabung dalam sanggar tarian desa Bido menambah kemeriahan pembukaan acara tersebut.

Kujuaraan selancar tingkat lokal yang diselenggarakan oleh Komunitas Selancar Morotai (KSM) itu secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pulau Morotai Hi. Asrun Padoma, Senin (15/03/2021).

Ketua Panitia Assyura Oemar mengatakan, kejuaraan selancar yang digelar ini merupakan yang pertama kali di Provinsi Maluku Utara lebih khusus di Pulau Morotai.

Katanya, kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh peserta dari 17 desa, di enam kecamatan yang memiliki potensi ombak besar yang mengutus perwakilannya masing-masing.

Dalam lomba ini beberapa kategori diantaranya open class peserta, under 16, biginner women, dan biginner tradisional board.

“Kegiatan itu bertujuan memperkenalkan dan mengembangkan potensi wisata di Pulau Morotai. Selain itu untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM),” katanya.

Baca Juga  Wamen Ossy Saksikan Penyerahan Denda Administratif Rp11,4 Triliun Oleh Satgas PKH sebagai Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Karena, Morotai adalah salah satu daerah di timur Indonesia yang memiliki potensi ombak yang baik. Sehingga saat ini banyak antusias dan juga minat anak-anak serta memiliki skil yang luar biasa.

Kegiatan ini juga bertujuan membangun kolaborasi dan senergitas antara Pemerintah masyarakat dan Komunitas secara baik.

Sementara Pembina Komunitas (KSM) Muhamad Kadafi, berharap kegiatan seperti ini kedepan mendapat dukungan baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar supaya kegiatan seperti ini bisa di abadikan dalam mumen-mumen pariwisata nasional.

Katanya, yang kami harapkan kedepan Morotai dengan sumber daya manusia untuk kegiatan surfing seperti ini bisa dikenal di tingkat manca negara.

“Jadi kita memulai dengan hal yang kecil dan akan mengapai sesuatu yang besar,” katanya.

Wabup Apresiasi

Sementara itu, Wakil Bupati Pulau Morotai Hi. Asrun Padoma, mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Selancar Morotai yang telah menggelar Toguruga Surf competition.

Baca Juga  Bukber Ketua Komisi II DPR RI Di Semarang, Menteri Nusron Ingatkan Prinsip Keadilan Bagi Seorang Pimpinan

Hal tersebut di utarakan Hi. Asrun Padoma saat acara pembukaan Toguruga Surf competition Senin tadi.

Katanya, pada Tahun 2006 di Koran Nasional Republika, terdapat satu kolom yang juga menyatakan Morotai adalah surga yang tersembunyi di suatu kawasan Timur Indonesia, dan surga itu adalah potensi pariwisata yang selama ini masih tidur.

Karena itu, Pemda Morotai mengucapkan terima kasih banyak kepada Komunitas Selancar (KSM) yang telah membuka dan menyentuh surga itu yang selama ini masih tidur.

“Saya tertarik dengan tema “Toguruga” yang artinya “Mimpi”. Kalu kita mengutip kata Barack Obama mantan Presiden Amerika Serikat, kita harus banyak bermimpi,” kata Wabup.

Bermimpi besar bahwa Morotai memiliki potensi wisata yang sangat luar biasa yang mampu bersaing dengan Bali dan juga daerah-daerah lain yang sudah maju.

Karena, potensi Pariwisata Morotai ini sudah diakui, dan bukan hanya di Indonesia saja, apalagi Desa Bido yang selama ini termajinal namun, sekarang ini sudah terekspos, misalnya Kelapa Bido sudah terekspos mendunia walaupun berasal dari desa yang kecil seperti ini.

Baca Juga  Maluku Utara Masuk Daftar Wilayah yang Alami Cuaca Ekstrem Memasuki Musim Kemarau

Wakil Bupati juga mengajak kepada masyarakat Desa Bido agar tidak perlu lagi berkecil hati, tapi harus bangkit.

“Masyarakat Morotai khususnya Morotai Utara, memang sejak dulu sudah bersahabat dengan ombak besar. Kalau anak-anak di Indonesia ini takut ombak, justru anak-anak di Morotai Utara di anggab sudah bersahabat dengan ombak, bayangkan mental anak-anak kita semenjak umur 7 tahun sudah terbiasa bermain dengan ombak besar katanya.

Untuk itu, wabup menitip pesan kepada Dinas Pariwisata agar kompetisi ini tidak setop di sini, harus tetap berlanjut, harus ada follow up setelah kompetisi ini.

“Kita harus bangkit mulai dari Desa Bido kita bangkit mendunia jangan hanya di bido saja tapi, dari bido kita bawa sampai ke Internasional. Morotai Utara itu spot wisata sangat banyak misalnya Tanjung Gorango, namun sampai saat ini belum di sentuh secara maksimal,” ujar wabup. (*/cr2)

Sumber: beritamalut.co

Komentar

News Feed