SALUBE, HALMAHERA UTARA – Berangkat dengan seragam tugas, pulang membawa doa ribuan warga. Itulah gambaran 17 personel Satbrimob Polda Maluku Utara yang baru saja merampungkan misi kemanusiaannya di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan. Di bawah pimpinan DPP IPDA Ikram Kadir, pasukan ini berhasil menuntaskan pembangunan “Jembatan Merah Putih Polri” tepat pada Jumat (6/3/2026). Pengerjaan tahap akhir berupa pembersihan dan pengecatan ditutup dengan momen haru usai pelaksanaan Shalat Jumat bersama warga.

Kehadiran Brimob di desa ini bermula dari video viral memilukan warga yang menggotong keranda jenazah menembus Banjir pada akhir 2025. IPDA Ikram Kadir menolak disebut pahlawan tunggal.
“Keringat ini adalah bakti kami untuk masyarakat. Kami justru berterima kasih kepada seluruh warga Desa Salube atas kerja sama luar biasa dari peletakan batu pertama hingga selesai,” tuturnya tegas.
Karya nyata aparat kepolisian ini diakui langsung oleh Kepala Desa Salube, Sabri Duduaka.
“Kami sungguh tidak menyangka doa kami dijawab secepat ini. Bantuan jembatan beton ini bukan sekadar bangunan fisik bagi kami, tapi penyambung urat nadi kehidupan. Material dimuat lewat KM. Aksar 09 berkat bantuan Brimob. Mewakili masyarakat Salube, rasa syukur dan terima kasih kami tak terhingga kepada Kapolda Malut dan Dansat Brimob. Tragedi masa lalu tidak akan terulang lagi,” ucap Sabri penuh apresiasi.
Hal senada dilontarkan tokoh pemuda setempat, Waldi Hi. Rauf, S.Hi. “Kejadian Desember lalu adalah mimpi buruk dan trauma mendalam. Melihat orang tua menantang maut di tengah Banjir bandang sangat menyayat hati. Hari ini, melihat Jembatan Merah Putih Polri berdiri megah rasanya seperti keajaiban. Apresiasi setinggi-tingginya untuk personel Brimob,” katanya.
Rencananya, jembatan yang menghubungkan desa dengan area pemakaman umum ini akan diresmikan langsung oleh Dansat Brimob pasca-lebaran.
Ilham










