oleh

Gegara Suaranya Jelek Saat Nyanyi, Kepsek MAN 1 Halsel Aniaya Siswa

HALSEL, indotimur.com – Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut). Kali ini dilakukan oleh Kepala Sekolah Madrasa Aliyah Negeri 1 Halsel, Adhari A Karim terhadap siswanya usai upacara bendera, Senin (19/10/20) kemarin.

Korban dan sejumlah temannya mendapat hukuman push up karena dinilai memiliki suara yang jelek saat menjadi paduan suara pada upacara bendera. Tak puas dengan hukuman tersebut, Adhari kembali melakukan hukuman dengan memukul NKK dan temanya hingga babak belur.

Kepada wartawan, Paman korban Kisman Safrudin menyampaikan kekesalanya terhadap sikap kepala sekolah pada ponakanya.

Ia menilai, sikap pendidik yang ditunjukan kepala sekolah sangatlah tidak terpuji sebagai pemimpin, karena terbilang tempramen.

“Harusnya diberi hukuman push up sudah bagus, tapi kalau sampai memukul hingga babak belur ini tidak terpuji,”ujar Kisman, Selasa (20/10/2020).

Kisman mengancam, dirinya akan melakukan proses hukum karena ponakanya dianiaya seperti itu.

BACA JUGA:  Mahasiswa Asal Kecamatan Loloda Desak Polda Malut Tangkap Bupati Halut

“Masa hanya karena ponakan saya jelek suaranya saat bernyanyi dipukul hingga babak belur,”terangnya.

Dirinya juga meminta agar pihak Kementerian Agama (Kemenang) melakukan evaluasi pada kepala sekolah tersebut, karena dinilai temprament.

Sementara Kepala Sekolah, Adahri A. Karim saat dikonfirmasi melalui saluran telpon dan pesan singkat tidak digubris.

Terpisah, Kepala Tata Usaha Kantor Kemenag Halsel, Djauhari Tawari  saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya akan mengambil langka pemanggilan terhadap Kepsek utuk dimintai klarifikasi.

BACA JUGA:  BNN Malut Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Kota Medan

“Ini wilayah Kemenag Provinsi, namun kami akan memanggil kepseknya terlebih dahu guna mintai klarifikasi,” singkatnya.

Sementara Kasi Pendis Kanwil Kemenang Provinsi Malut, Adam mengaku dirinya belum mengetahui dan belum mendapat laporan dari kasus tersebut, olehnya itu pihaknya akan memanggil kepseknya dan akan memintai keterangan secara resmi.

“Kita akan minta keterangan, kalau salah kita akan berikan sanksi,”terangnya.

Komentar

News Feed